Kita pasti tahu air, bukan?
Kita pasti paham tentang seberapa besar ketergantungan kita pada air juga, bukan?
Tapi, lepas dari itu semua tahukah kita kalau kondisi air sudah semakin memburuk?
Tahukah kita bahwa air bersih sudah sangat sangat sulit dijangkau?
Dan yang menyedihkannya, kita semua pelaku penyebab itu semua.
Sekarang,adakah kita melakukan sesuatu untuk memperbaiki segala hal yang telah kita rusak?

Air adalah Sumber Daya Alam yang sangat penting bagi makhluk hidup. Tanpa air makhluk hidup akan mati. Air memiliki banyak manfaat contohnya adalah untuk mandi, minum, mencuci, memasak, pengairan sawah, membentu tumbuhan untuk berfotosintesis. Air termasuk Sumber Daya Alam yang dapat diperbaharui karena memiliki siklus. Tetapi akhir-akhir ini di daerah tertentu sulit untuk mendapatkan sumber air bersih. Padahal air bersih sangat dibutuhkan bagi kehidupan sehari-hari. Hal ini disebabkan karena sumber air disekitarnya telah tercampur dengan sampah atau limbah, bisa juga karena musim kemarau yang berkepanjangan, atau bahkan di sekitar daerah tersebut jauh dari sumber-sumber air bersih. Kondisi ini sangat memprihatinkan bagi makhluk hidup di sekitarnya.

Apa itu pencemaran air?


Dewasa ini seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi memunculkan berbagai mesin pengolahan yang lebih efektif dan efisien dalam memproduksi barang dan jasa namun kabar buruknya dari sektor tersebut adalah limbah dan polusi yang dihasilkannya. Pencemaran air merupakan keadaan dimana adanya berbagai zat asing yang masuk ke dalam air dan itu bersifat merusak atau bahan tersebut lebih dikenal sebagai polutan.

Sebuah benda dapat dikatakan sebagai polutan jika memiliki kadar yang sudah melampaui batas, dan berada di tempat serta waktu yang tidak tepat. jenis-jenis polutan ini dapat berupa debu, bahan kimia, paparan radiasi dan lainnya. polutan yang terdapat di dalam lingkungan tertentu ini mampu merusak lingkungan tersebut tergantung pada seberapa besar kadar polutan di dalamnya dan makhluk hidup yang dipengaruhinya. Semakin banyak jumlah polutan maka semakin rusak sebuah lingkungan yang terkena begitu pula sebaliknya.

Pencemaran air terjadi jika ada polutan yang masuk ke dalam air seperti zat kimia, energi dan unsur lainnya sehingga merubah bentuk asli dari air menjadi berubah warna dan mengeluarkan bau yang tidak enak. Adapun beberapa zat kimia yang bisa mencemari air diantaranya adalah zat fosfat yang berasal dari deterjen yang digunakan untuk mencuci baju, kebocoran bahan bakar minyak dari kapal atau tangki yang tumpah, logam berat hasil buangan dari pabrik, limbah organic dari sampah rumah tangga dan juga kotoran hewan.

Lalu, apa penyebabnya?

    1.Sampah yang dibuang sembarangan ke sungai, got, maupun selokan

Sampah-sampah yang dibuang ke saluran air seperti sungai, got, selokan akan menyebabkan air menjadi keruh dan kotor sehingga tidak sehat untuk digunakan.

    2.Limbah industri

Pembunagan limbah industri yang tidak secara matang oleh perusahaan maupun pabrik akan membuat lingkungan sekitar menjadi tidak sehat terlebih limbah tersebut sering dibuang ke sungai-sungai sekitar sehinggaa menyebabkan air sungai bercampur dengan zat-zat kimia berbahaya. Dan warga sekitar pun tidak dapat memanfaatkan sungai karena airya sudah tercemar.

    3.Batubara

Pertambangan batubara, dalam pengolahannya batubara dibakar terlebih dahulu hingga akhirnya siap untuk di distribusikan. Ketika batubara dibakar, maka merkuri yang dalam batubara terlepas ke atmosfer. Dan merkuri beralih kembali ke permukaan bumi merasuk ke air dalam tanah, sungai maupun danau. Sehingga menyebabkan air yang sudah tercampur merkuri menjadi tercemar dan bahaya untuk dikonsumsi.

    4.Penggunaaan racun dan bahan peledak untuk menangkap ikan

Selain ikan banyak yang mati dan merusak kehidupan disekitarnya, penggunaan racun dan bahan peledak untuk menangkap ikan juga membuat air tersebut terkontaminasi dengan bahan-bahan kimia yang ada pada bahan peledak dan racun. Ekosistemnya menjadi rusak dan airnya pun juga tidak sehat lagi.

    5.Limbah nuklir

Zat radioaktif pembangkit listrik tenaga nuklir dan saat ini dunia sangat bergabtung pada energi nuklir maka terjadi peningkatan yang luar biasa terhadao limbah radioaktif yang dibuang ke daerah perairan. Tentunya limbah nuklir sangat berbahaya bagimanusia dan lingkungan sekitar perairan.

    6.Tumpahan minyak

Kebutuhan minyak bumi yang terus meningkat menyebabkan lalu lintas lautan menjadi semakin ramai daan minyak tumpah pun menjadi hal yang sering terjadi. Seperti yang kita tahu bahwa minyak dan air tidak bisa bersatu, minyak yang sering tumpah ke lautan akan menyebabkan air tercemar dan rusaknya ekosistem laut, ikan-ikan dan tumbuhan karaang kesulitan mendapat sinar matahari.

    7.Pencemaran dari peternakan dan perikanan

Air yang tercemar dari pernakan dan perikinan disebabakan karena tidak matangnya pemikiran pembuangan kotoraan hewan yang menyebabkan air terkontaminasi dengan kotaran dan bakteri-bakteri lainnya.

    8.Penggunaan pestisida berlebih

Limbah pertanian yang masuk ke dalam air tiak terlalu berbahaya namun saat ini banyak petani yang menggunakan petisida dan pupuk kimia berlebih sehingga menyebabkan air menjadi tercemar.

Dan apa dampaknya?



a. Gangguan kesehatan

b. Menurunnya populasi berbagai biota air

c. Menurunkan jumlah oksigen

d. Mengganggu kesuburan tanah

e. Mengganggu kehidupan binatang dan tumbuhan

f. Mengganggu produktivitas tumbuhan

g.  Penurunan kualitas lingkungan

h. Mengganggu pemandangan

i. Mempercepat proses kerusakan benda

j. Menghasilkan bau tidak sedap

k. Mengakibatkan bencana alam


Bagaimana Penanggulangannya?



1. Penggunaan pupuk organik dan kompos sebagai pengganti pupuk buatan pabrik.

Hal ini merupakan alternatif tepat untuk mengurangi pencemaran air oleh nitrat dan fospat. Kompos dan pupuk organik di samping dapat memulihkan kandungan mineral dalam tanah juga dapat memperbaiki struktur dan aerasi tanah serta mencegah eutrofikasi


2. Pemanfaatan musuh alami dan parasitoid dalam pemberantasan hama.

Pemanfaatan musuh alami dan parasitoid lebih aman bagi lingkungan. Hama pengganggu populasinya berkurang, tetapi tidak menimbulkan residu pestisida dalam tanah dan dalam tubuh tanaman. Pertanian organik sudah dikembangkan di negara-negara maju. Disamping menghasilkan produk yang aman bagi lingkungan dan kesehatan, produk pertanian organik memiliki nilai jual yang lebih tinggi.


3. Hindari penggunaan racun dan bahan peledak untuk menangkap ikan.

Penggunaan jala dan pancing di samping lebih higienis juga tidak menimbulkan kerusakan lingkungan, kelangsungan regenerasi ikan juga dapat berlangsung baik.


4. Jangan membuang limbah rumah tangga di sungai atau danau.

Sebaiknya kelola limbah rumah tangga dengan baik dan benar.


5. Kurangi penggunaan detergen.

Sebisa mungkin pilihlah detergen yang ramah lingkungan dan dapat terurai di alam secara cepat.


6. Pengolahan limbah cair dari pabrik/industri dengan benar.

Limbah cair dari pabrik sebaiknya disaring, diencerkan, diendapkan dan dinetralkan dulu sebelum dibuang ke sungai.


7. Perencanaan AMDAL

Pembangunan kawasan industri sebaiknya disertai dengan perencanaan AMDAL (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan).


8. Kawasan industri harus memenuhi syarat yang telah ditentukan.

Persyaratan untuk kawasan industri yaitu telah memiliki instalasi pengolahan limbah, jauh dari pemukiman warga, serta seminimal mungkin menghasilkan limbah.


9. Memiliki bak penampungan limbah (septi tank)

Rumah sakit dan peternakan sebaiknya memiliki bak penampungan limbah (septi tank) untuk menampung limbah yang dihasilkan.


10. Setiap rumah hendaknya membuat septi tank yang baik.


11.Pencegahan kebocoran instalasi pengeboran minyak lepas pantai dan kebocoran tanker minyak.

Mengupayakan pencegahan kebocoran instalasi pengeboran minyak lepas pantai, kebocoran tanker minyak yang dapat menimbulkan tumpahan minyak di laut. Jika terjadi tumpahan minyak di pantai harus segera dibersihkan sebelum menimbulkan dampak lebih luas.


12. Gerakan penghijauan, reboisasi, pembuatan jalur hijau, mempertahankan areal resapan air.

Melakukan gerakan penghijauan, reboisasi, pembuatan jalur hijau, mempertahankan areal resapan air pada kawasan-kawasan penyangga untuk mencegah terjadinya banjir.


13. Pembuatan sengkedan dan terasering pada lahan miring

Pembuatan sengkedan dan terasering pada lahan miring juga dapat memperkecil laju erosi, yang akhirnya dapat mengurangi tingkat pencemaran karena erosi lapisan tanah.
Powered by Blogger.