EMS


Environmental Management System



PENGENALAN

   Sistem manajemen lingkungan (EMS) ISO 14001: 2004 yang dirancang untuk mengatasi kerancuan keseimbangan antara menjaga profitabilitas dan mengurangi dampak lingkungan; dengan komitmen organisasi secara keseluruhan, hal ini dapat memungkinkan Anda untuk mencapai kedua tujuan. Ini berarti Anda dapat mengidentifikasi aspek dari suatu bisnis yang berdampak pada lingkungan dan memahami lingkungan hukum yang relevan dengan situasi. Langkah berikutnya adalah untuk menghasilkan tujuan perbaikan dan manajemen program untuk mencapainya, dengan berkala untuk perbaikan terus-menerus.

Manfaat EMS :

    Sistem manajemen EMS ISO 14001 memungkinkan organisasi Anda untuk membuktikan bahwa sesuai spesifikasi dan memberikan manfaat berikut :

Ø  Menunjukkan komitmen lingkungan untuk pemangku kepentingan

Ø  Menunjukkan pendekatan yang inovatif dan berpikir ke depan kepada pelanggan dan calon

karyawan

Ø  Menunjukkan komitmen untuk mencapai kepatuhan pada hukum dan peraturan regulator dan pemerintah

Ø  Meningkatkan akses Anda ke pelanggan baru dan mitra bisnis

Ø  Mengelola risiko lingkungan Anda, sekarang dan di masa depan

Ø  Berpotensi mengurangi biaya asuransi tanggung jawab umum



ISO 14000


ISO 14000 adalah standar internasional tentang sistem manejemen lingkungan (Rothery, 1995) yang sangat penting untuk di ketahui dan di laksanakan oleh seluruh sektor industri.

SEJARAH DAN DEFINISI ISO

ISO adalah jaringan institusi standar nasional dari 148 negara, pada dasarnya satu anggota per negara, dengan sekretariatan pusat berada di Geneva, Switzerland, yang mengkoordinasikan sistem. ISO bukan organisasi pemerintahan. ISO menempati posisi spesial diantara pemerintah dan swasta. Hal ini disebabkan karena di satu sisi, banyak anggota institusi adalah bagian dari struktur pemerintahan negaranya atau ditugaskan oleh pemerintah. Tetapi di sisi lain, anggota lainnya berasal dari sektor privat, yaitu industri.

Oleh karena itu, ISO dapat bertindak sebagai organisasi yang menjembatani dimana konsensus dapat diperoleh pada pemecahan masalah yang mempertemukan kebutuhan bisnis dan kebutuhan masyarakat.

Standarisasi internasional dimulai dari bidang elektronik: the International Electrotechnical Commission (IEC) yang didirikan pada tahun 1906. Pada tahun 1946, delegasi dari 25 negara bertemu dan memutuskan membuat organisasi internasional  baru, dengan tujuan ”untuk memfasilitasi koordinasi internasional dan penyatuan standar industri.” Organisasi baru, ISO, resmi mulai beroperasi pada 23 Februari 1947.

ISO 9000 dan ISO 14000 telah diimplementasikan oleh 610000 organisasi di 160 negara. ISO 9000 telah menjadi referensi internasional untuk keperluan manajemen kualitas dan ISO 14000 untuk manajemen lingkungan.

Pokok besar standar ISO sangat spesifik pada hasil, bahan, dan proses. Reputasi ISO 9000 dan 14000 dikenal sebagai ”standar sistem manajemen umum”. Umum disini maksudnya adalah standar yang sama dapat diaplikasikan pada organisasi apapun, besar atau kecil, apapun produk yang dihasilkannya.

Sistem manajemen berarti struktur organisasi untuk mengatur prosesnya, atau aktifitasnya, untuk mengubah input sumber daya alam menjadi barang atau jasa yang mempertemukan tujuan organisasi, seperti kualitas kepuasan konsumen, mematuhi aturan, dan tujuan lingkungan.



MANFAAT DAN PENTINGNYA ISO 14000



Manfaat dari ISO 14000 adalah :

Ø  Pengelolaan lingkungan yang lebih efektif dan efisien dalam organisasi

Ø  Untuk menyediakan tools yang berguna dan bermanfaat dan fleksibel sehingga mencerminkan organisasi yang baik.

Ø  Dapat mengidanfikasi, memperkirakan dan mengatasi resiko lingkungan yang mungkin timbul.

Ø  Dapat menekan biaya produksi dapat mengurangi kecelakan kerja, dapat memelihara hubungan baik dengan masyarakat, pemerintah dan pihak – pihak yang peduli terhadap lingkungan.

Ø  Memberi jaminan kepada konsumen mengenai komitmen pihak manajemen puncak terhadap lingkungan.

Ø  Dapat meningkat citra perusahaan,meningkatkan kepercayaan konsumen dan memperbesar pangsa pasar.

Ø  Menunjukan ketaatan perusahaan terhadap perundang – undangan yang berkaitan dengan lingkungan.

Ø  Mempermudah memperoleh izin dan akses kredit bank.

Ø  Dapat meningkatakan otivasi para pekerja.



ISO 14000 menawarkan guidance untuk memperkenalkan dan mengadopsi sistem manajemen lingkungan berdasarkan pada praktek – praktek terbaik, hampir sama di ISO 9000 pada sistem manajemen mutu yang sekarang diterapkan secara luas. ISO 14000 ada untuk membantu organisasi meminimalkan bagaimana operasi mereka berdampak negatif pada lingkungan. Sistem ini dapat diterapkan berdampingan dengan ISO 9000.



SERTIFIKASI ISO 14000

Agar suatu organisasi dianugerahi ISO 14000 mereka harus diaudit secara eksternal oleh badan audit yang telah terakreditasi. Badan sertifikasi harus diakreditasi oleh ANSI-ASQ, Badan Akreditasi Nasional di Amerika Serikat, atau Badan Akreditasi Nasional di Irlandia.


SERI-SERI ISO 14000

Ø  ISO seri 14001-14009 tentang Environmental Manajemen Sistem (EMS) atau Sistem Manajemen Lingkungan. Dari seluruh seri ISO 14000, ISO 14001 tentang sistem manajemen lingkungan adalah seri yang paling banyak dikenal karena sertifikasi ISO 14000 sebenarnya adalah sertifikasi untuk ISO 14001 ini. Ada 3 komponen besar dalam ISO 14001 yaitu program lingkungan tertulis; pendidikan dan pelatihan; dan pengetahuan mengenai peraturan perundang-undangan lokal dan nasional.

Ø  ISO seri 14010-14019 tentang Environmental Auditing (Audit Lingkungan) ISO seri ini merupakan suatu alat (tools) dalam penerapan sistem manajemen lingkungan, jadi tidak memerlukan sertifikasi. Audit lingkungan mirip dengan medical check up yaitu evaluasi secara rutin mengenai kondisi suatu perusahaan. Audit lingkungan dapat dilakukan oleh intern perusahaan (internal audit) maupun oleh pihak luar (eksternal audit). Untuk audit sistem manajemen lingkungan seorang auditor harus memenuhi kriteria auditor seperti yang ditetapkan dalam ISO 14012.

Ø  ISO seri 14020-14029 tentang Environmental Labelling (Ekolabel) ISO seri ini juga dimaksudkan untuk sertifikasi, tetapi yang disertifikasi adalah produknya sedangkan EMS yang disertifikasi adalah sistemya. Jadi suatu perusahaan yang sudah mendapat sertifikat ISO 14001, bila diperlukan maka dapat juga mengusulkan untukk memperoleh ekolabeling. Yang mana yang akan didahulukan untuk perolehannya tergantung dari permintaan pasar.

Ø  ISO seri 14030-14039 tentang Environmental Performance Evaluation (EPE) atau Evaluasi Kinerja Lingkungan.Environmental Performance Evaluation diukur dengan mengkuantifikasi dampak kegiatan terhadap lingkungan. Hal-hal tersebut dapat diidentifikasi secara dini dengan menginventarisasi dampak seperti emisi udara, effluen limbah cair, dan sebagainya. Penetapan baseline dari hasil inventarisasi, perusahaan kemudian mengidentifikasi indikator adanya peningkatan kinerja.

Ø  ISO seri 154040-14049 tentang Life Cycle Assessment (LCA) atau Analisis Daur Hidup Produk LCA juga merupakan suatu alat, jadi standar ini tidak dimaksudkan untuk sertifikasi. Setiap produk mempunyai siklus hidup yaitu : lahir (fabrikasi), hidup (dioperasikan) dan mati (dibuang).

Ø  ISO 14050 tentang Term and Definition Dalam dokumen ini terdapat definisi-definisi yang digunakan dalam ISO seri 14000. Standar ISO seri 14000 yang telah ditetapkan menjadi standar internasional adalah ISO 14001, 14004, 14010, 14011, 14012 dan ISO 14040. Indonesia pada saat ini telah mengadopsi Standar ISO 14001, 14002, 14010, 14011 dan 14012 menjadi Standar Nasional Indonesia (SNI). Pengertian tentang masing-masing standar dan istilah yang di dalam ISO 14000 akan sangat membantu pemahaman tentang konsep ISO seri 14000.



MEMAHAMI KONSEP ISO 14000

Konsep utama yang merupakan kunci untuk menjalankan ISO 14000 adalah Manajemen dan Kebijakan Kinerja Lingkungan. Manajer puncak harus menetapakan kebijakan lingkungan organisasi dan menjamin bahwa kewajiban:

Ø  Sesuai dengan sifat, skala dan dampak lingkungan kegiatan, produk atau jasa.

Ø  Termasuk komitmen untuk peningkatan berkelanjutan dan pencegahan pencemaran.

Ø  Termasuk komitmen untuk patuh terhadap peraturan lingkungan terikat dan persyaratan –  persyaratan lain terhadap perusahaan.

Ø  Memberiakan kerangka kerja untuk membuat dan menkaji tujuan dan sasaran lingkung.

Ø  Didokumentasikan, diterapkan dipelihara dan dikomunikasikan kepadasemua karyawan.

Ø  Tersedia kepada masyarakat.



Kebijakan lingkungan suatu perusahaan disuatu lokasi sejalan dengan dengan kebijakan lingkungan koporat karena sulit untuk membyangkan suatu sinergi di dalam suatu korporatjika antara satu anak perusahaan  dengan lainya berbeda kebijakan dan arah perkembangan. Jika dari korporat diarahkan untuk menerapkan pendaurulangan limbah maka diseluruh cabang menerapkan isu – isu sejenis. Selain itu tujuan atau sasaran lingkungan dan PML (Progam Manajemen Lingkungan) harus memiliki hubungan erat dengan kebijakan – kebijakn perusahaan lainya seperti sasaran produksi tahunan, sasaran mutu sasaran mutu dan kecelakan kerja.  Hal ini penting sebagai bukti bahwa masalah – masalah lingkugan sudah diintregasikan  dengan keseluruhan misi perusahaan dan bukan semata – mata sebagai pelengkap.

Sistem manajemen baik mutu atau lingkungan utamanya digerakan oleh manajemen (puncak) atau suatu proses yang berlangsung dari atas kebawah. Berbeda dengan pendekatan TQM atau Gugus Kendali Mutu yang sebagian besar aktivanya bergerak dari bawah oleh karyawan untuk kemudian diputuskan oleh manajer puncak. Yang memulai dan menjadi lokomotif adalah manajer puncak sebagi pengambil keputusan  tertinggi untuk menjamin bahwa secara lingkungan sama seperti kedua hal tersebut tujuan penerapan sistim manajemen adalah untuk keberlangsungan dan keunggulan bisnis itu sendiri. Oleh karena itu manajemen puncak harus menyatakan komitmenya terlebih dahulu  supaya sistem bisa tersusun dan dipelihara selama – lamanya.

Kebijakan manajemen puncak merupaka penjelasan dari misi dan visi perusahaan dan menjadi panduan bagi seluruh karyawan dalam bekerja. Oleh karena itu kebijakan karyawan harus sesuai dengan kegiatan produk atau jasa organisasi tersebut dalam arti sifat, skala dan dampak lingkungan. Hal ini berarti bahwa pemikiran manajemen puncak menggambarkan permasalaha aktual yang dihadapi organisasi. Kebijakan yang tidak sesuai dengan item – item di atas merupakmis komunikasi manajemen dengan para karyawan. Pesan yang salah  ini mungkin sekalitidakdapat didukung sepenuhnya dalam tahap penerapan oleh para karyawan.



ELEMEN ISO 14000

Elemen ISO 14000 yang terkait dengan operasi perusahaan adalah :

Ø  Polusi udara

Ø  Pembuangan ke sumber air

Ø  Pasokan air dan pengolahan limbah domestik

Ø  Limbah dan bahan – bahan berbahaya

Ø  Gangguan

Ø  Bunyi/kebisingan dan getaran

Ø  Radiasi

Ø  Perencanaan fisik

Ø  Pengembangan perkotaan

Ø  Gangguan bahan / material

Ø  Penggunaan energi

Ø  Keselamatan dan kesehatan kerja karyawan

  

Karakteristik ISO 14000

Ø  Generik

Ø  Dapat diterapkan untuk seluruh tipe dan ukuran organisasi.

Ø  Mengamodir beragam kondisi geografis, sosial dan budaya.

Ø  Sukarela

Ø  Tidak memuat pernyatan kinerja lingkungan (misal, kriteria untuk sarana pengolahan limbah cair)

Ø  Sarana secara sistematis pengendalian dan mencapai organisasi kinerja lingkungan yang dikehendaki.

Ø  Memuat kinerja fundamental untuk dicapai

Ø  Mentaati peraturan perundang – undangan dan kekuatan lingkungan yang relevan.

Ø  Komitmen untuk terus – menerus memperbaiki sejalan dengan kebijakan organisasi.

Ø  Komitmen terus menerus memperbaiki sejalan dengan kebijakan organisasi

Ø  Didisain komplemen dengan standar seri sistem manajen mutu ISO 9000

Ø  Dapat digunakan untuk keperluan sertivikasi dan atau di deklarasi sendiri.

Ø  Dinamis aditif terhadap

Ø  Perubahan di dalam organisasi

Ø  Perubahan diluar organisasi

Ø  Standrat SML memuat persyaratan siste manajemen yang berbasis pada siklus” plan, implement, check and review.

Ø  Keterkaitan yang erat antar klausal elemen standrat.



PRINSIP POKOK ELEMEN ISO 14000

Ø  Prinsip Pertama

Ø  Organisasi harus menetapkan kebijakan lingkungan dan memastikan memiliki komitmen terhadap SML.

Ø  Prinsip Kedua

Ø  Organisasi harus menyusun rencana untuk menaati kebijakan lingkungan yang ditetapkan sendiri.

Ø  Prinsip Ketiga: Implementasi dan Operasi

Ø  Agar terlaksana dengan efektif, organisasi harus mengembangakan kemampuan dan mekanisme pendukung yang diperlukan untuk menaati kebijakan lingkungan, tujuan dan sasaran manajemen.

Ø  Prinsip keempat: pemeriksaan dan koralasi

Ø  Organisais harus memeriksa, memantau dan mengorelasi kinerja lingkungan.

Ø  Prinsip kelima: kaji ulang manajemen

Ø  Organisasi harus mengkaji ulang dan terus menerus memperbaiki standart manajemen lingkungan dengan maksud untuk menyempurnakan kinerja lingkungan yang telah dicapai.


You may also like

3 comments:

  1. Isi blog informatif dan membantu menambah wawasan

    ReplyDelete
  2. Isi blog kamu sangat membantu dan mudah saya pahami.

    ReplyDelete
  3. Materi dipaparkan dengan sangat jelas. Menarik untuk membacanya. Terima kasih atas infonya

    ReplyDelete

Powered by Blogger.